Dilarang Masuk Cimahi Siaga 1 Corona

Cimahi Siaga 1 CoronaCimahi – Pemkot Cimahi mulai mengambil metode antisipasi dan penanggulangan akibat dari melonjaknya trend kasus COVID-19 yang telah terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu belakangan ini.

Hal ini juga untuk menindaklanjuti penetapan status siaga 1 COVID-19 di kawasan Bandung Raya yang di dalamnya termasuk Kota Cimahi, yang dinyatakan oleh Bpk. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Sebab ada instruksi dari gubernur mengenai status siaga satu Bandung Raya, untuk itu Cimahi sudah siap. Kita mengerjakan arahan tersebut,” ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana terhadap detikcom, Rabu (16/6/2021).

Langkah antisipasi tersebut yaitu pengetatan aktivitas pergerakan masyarakat seperti tidak menerima tamu dari luar tempat Cimahi terutamanya Jakarta dan sekitarnya.

Saya itu dilakukan lantaran lonjakan kasus COVID-19 di Cimahi dalam beberapa minggu belakangan terjadi karena pergerakan masyarakat ketika mudik dan libur Lebaran 2021.

“Sementara tidak menerima tamu dari luar Kota Cimahi dahulu. Disampaikan pribadi kemarin ada tamu dari Jakarta tetapi aku tolak, aku bilang jangan dulu. Dan kita juga tak bepergian ke luar tempat termasuk Jakarta. Intinya pendatang ditahan dahulu,” katanya.

Ngatiyana juga sudah menginstruksikan agar Satgas COVID-19 tingkat RT, RW, serta kelurahan yang ada RW dengan status zona merah mengerjakan pengetatan jalan masuk keluar masuk warganya. “Namun ke Satgas COVID-19 kelurahan dan RW, supaya RW zona merah dijaga ketat pintu masuknya,” sebutnya.

Upaya lainnya adalah mengendalikan jumlah pengunjung ke sentra perbelanjaan optimal cuma 50 persen. Lalu jam operasional pertokoan dikendalikan mulai dari pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB.

“Operasional sentra perbelanjaan sesuai instruksi Mendagri itu boleh. Ia kunjungan maksimal cuma 50 persen dari kapasitas sempurna. Berlaku sama untuk aktivitas keagamaan juga dikontrol 50 persen,” jelasnya.

“Kesehatan dan ekonomi sepadan, tapi yang paling utama itu disiplin menggunakan prokes. Minimal kita tidak lepas dari masker tiap hari,\” kata Ngatiyana menambahkan.

Hasilnya meminta kepada seluruh pihak untuk serius dalam menekan dan menanggulangi meledaknya kasus COVID-19 saat ini.

“Kebetulan kita telah evaluasi PPKM mikro. Bila Cimahi ini poin R rasionya baru 2,1 persen, artinya masih orange. Kuatir 2,5 kemungkinan merah, artinya empat strip lagi. seandainya tak serius menangani COVID-19 dapat jadi area merah,” tegasnya.

sumber:

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5608153/bandung-raya-siaga-1-corona-tamu-luar-daerah-dilarang-masuk-cimahi