Pengeluaran Per Kapita Warga Cimahi Sebulan Rata-rata Tinggi

CIMAHI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi menyuarakannya pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok bukan makanan dan makanan warga Kota Cimahi sepanjang tahun 2020. Akibatnya, pengeluaran masyarat di tengah masa pandemi COVID-19 tetap tinggi.

Tahun 2020 rata-rata pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi dalam menurut kategori bukan makanan mencapai Rp 1.022.418. Seperti untuk pengeluaran perumahan dan fasilitas rumah tangga, pakaian, alas kaki dan tutup kepala, pajak, pungutan dan asuransi, aneka barang dan jasa, keperluan pesta dan upacara.

Sementara pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurun klasifikasi makanan
sepanjang tahun 2020 menempuh Rp 786.372 per bulan yang mencakup padi padian, umbi umbian, ikan, daging, telor dan susu, sayuran, buah, minyak, bahan minumaan, rokok tembakau dan sebagainya.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kota Cimahi, Windi Pramudia Wardani mengatakan, merujuk pada data tersebut, pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi di masa pandemi COVID-19 ini memang tinggi.

“Jika dibandingkan Jabar keseluruhan, Cimahi termasuk tinggi meskipun ada pandemi,” kata Windi dikala dihubungi, Jumat (21/5/2021).

Pengeluaran rata-rata per kapita merupakan biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi segala anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga.

Windi mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi cukup tinggi. Di antaranya Cimahi yakni wilayah perkotaan yang banyak terdapat kawasan elit.

“Penduduk perkotaan itu lebih bervariasi konsumsinya,” ucapnya.

Kecuali tinggi, beber Windi, angka pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi juga cenderung naik naik tiap tahunnya. Tahun 2018, rata-rata pengeluaran per kapita untuk golongan bukan makanan menempuh Rp 811.602.

Artikel Lainnya :  Daerah Paledang Cimahi

Kemudian tahun 2019 naik menjadi Rp
Rp 1.028.698 tiap-tiap bulannya. Memang ada penurunan pada tahun 2020 menjadi Rp 1.022.418, dimana tahun lalu pengeluaran masyarakat memang cenderung lebih banyak untuk keperluan makanan lantaran adanya pandemi COVID-19.

Informasi itu bisa terlihat dari pengeluaran rata-rata per kapita klasifikasi makanan tiap-tiap bulannya. Tahun 2018, rata-rata pengeluaran menempuh Rp 688.841 setiap bulannya. Kemudian tahun 2019 naik menjadi Rp 727.254
dan naik menjadi Rp 786.372.

Dirinya menjelaskan, naiknya rata-rata pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi tiap-tiap bulannya itu lantaran mencontoh perkembangan harga berjenis-jenis keperluan yang cenderung mengalami kenaikan tiap-tiap tahunnya.

“Kemudian juga diberi pengaruh harga. Jadi sedangkan pandemi tetep aja naik pengeluarannya,\” terang Windi.

Dirinya melanjutkan, angka pengeluaran per kapita itu diperoleh menurut hasil survey seketika kepada masyarakat. mencakup semua keperluan masyarakat yang awam dibeli dari mulai makanan sampai non makanan. “Untuk survey tahun ini baru selesai,” tukasnya.