Disdagkoperind Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi

CIMAHI – Dinas Perdagangan UMKM Koperasi dan Perindustrian (Disgakoperind) Kota Cimahi menyokong pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Kota Cimahi terus melaksanakan penemuan kreatif.

Pasalnya, dengan penemuan dari mulai produk hingga pemasaran menjadi salah satu solusi untuk bertahan ditengah hantaman pandemi Covid-19, dimana nyaris semua sektor perekonomian terdampak.

“Yang gak dapat berinovasi pasti akan tersisihkan. Jikalau di Cimahi ada yang alih produksi, kemudian mengembangkan digitalisasi sehingga mereka bertahan,” kata Kepala Bidang UMKM dan Koperasi pada Disdagkoperind Kota Cimahi, Rina Mulyani Rabu (2/5/2021).

Di Kota Cimahi, ungkap Rina, kedatangan pandemi Covid-19 sejak tahun lalu sangat memukul pelaku UMKM. Ada sekitar 30 persen dari total sekitar 44 ribu pelaku UMKM yang gulung tikar sepanjang tahun 2020.

“Kalau yang terdampak cukup banyak. Melainkan bila (gulung tikar) ada sekitar 30 persen,\” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata Rina, seluruh pelaku UMKM di Kota Cimahi amat terdampak dengan kedatangan virus korona. Terlebih pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan, fashion dan kerajinan.

Menurut hasil survey Disgakoperind sepanjang tahun 2020, tercatat sebesar 40 persen UKM yang mengalami penurunan usaha, penurunan omzet rata-rata 53 persen, penurunan kapasitas produksi rata-rata 44 persen, dan penurunan energi kerja rata-rata 23 persen.

“Apalagi tepat awal-awal COVID-19 muncul, 99,09 persen penjualan menurun, 36,6 persen produksi terhambat, 51,2 persen terhambat permodalan, 34 persen distribusi terhambat, 35,6 persen susahnya bahan baku,\” beber Rina.

Dirinya mengklaim pihaknya telah melaksanakan beraneka upaya untuk memecahkan situasi sulit UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 ini. Seperti pelatihan usaha sampai penyediaan maret place.

Salah seorang lelaki UKM Kota Cimahi, Yuliawati (44) mengatakan, pandemi COVID-19 ini memang betul-betul berpengaruh terhadap usaha kulinernya. Melainkan kondisi ini tidak lantas membuatnya menyerah.

“Aku terus berinovasi, kemudian mencoba memahami pasar yang sekarang diminati dan alhamdulillah aku bisa bertahan, ujarnya