Demografi Kota Cimahi

Demografi Sebagai Modal Pembangunan di Kota CimahiCIMAHI – Kota Cimahi ialah tempat dengan luas wilayah yang sempit, dengan luas kawasan yang relatif tidak terlalu luas (+/- 40,25 km persegi) dan jumlah penduduk yang besar (555.966 jiwa – DISDUKCAPIL Kota Cimahi Semester I 2020), sehingga tiap 1 km persegi wilayah Kota Cimahi dapat dihuni antara 14.000 – 15.000 jiwa.

Kota Cimahi juga tak mempunyai sumber daya alam yang bisa dipercaya untuk membiayai pembangunannya. Oleh sebab itulah, Pemerintah Daerah Kota Cimahi memperhatikan penting pembangunan bidang pengajaran demi meningkatkan kwalitas sumber kekuatan manusia di Kota Cimahi.

Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia pantas dengan UU nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berdasarkan SUSENAS BPS tahun 2018 berjumlah 63,82 juta orang, atau 24,15% dari sempurna jumlah penduduk Indonesia yang menempuh 265 juta orang.

Secara kuantitas angka 24,15% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai tahun 2020 hingga 2045, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan bonus demografi. Dimana jumlah umur produktif Indonesia (umur 15 hingga dengan 64 tahun) diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, merupakan mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Dari data DISDUKCAPIL Kota Cimahi Semester I 2020 jumlah penduduk dengan range 15-34 tahun adalah 173.975 jiwa atau 31,29 % dari sempurna jumlah penduduk Kota Cimahi ialah 555.966 jiwa, lebih besar dari persentase nasional yaitu 24,15 %. Ini merupakan modal pembangunan bagi Kota Cimahi sekaligus tantangan untuk menjadikanya SDM yang berkwalitas, sehingga dapat berkontribusi bagi Pembangunan Kota Cimahi, Jawa Barat dan Indonesia.

Bonus demografi menjadi windows opportunity (kans) yang benar-benar strategis bagi sebuah negara untuk bisa menjalankan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber kekuatan manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan.

Rasio singkatnya bisa ditunjukkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang yakni umur buah hati-anak dan lansia. Rasio umur produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Itu ialah rasio umur produktif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035.

Dalam suatu acara presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo memberi tahu bahwa “kejayaan minyak dan kayu telah selesai. Kejayaan komoditi, sumber energi alam juga telah hampir selesai. Fondasi kita ke depan, percayalah, sumber kekuatan manusia, SDM kita yang bermutu”. Ke depan pemerintah akan fokus dalam menciptakan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

Menurut Presiden Jokowi pengembangan sumber daya manusia akan dijalankan sejak dalam kandungan. Oleh sebab itu tak boleh ada lagi balita yang menderita stunting, kekerdilan. Kesehatan ibu dan anak menjadi sebuah kunci, khususnya sampai umur 7 sampai 8 tahun, yang ialah umur emas. Tak hanya itu, terciptanya SDM yang pancasilais, toleran, dan kokoh dalam bergotong-royong juga menjadi konsentrasi pemerintah.

Dalam konteks kedaerahan, dan sebagai bagian dari NKRI, mesti bagi kita untuk berprofesi keras demi menunjang suksesnya program-program pembangunan nasional sebagai bentuk kewajiban kita untuk menghargai jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi meraih kemerdekaan Indonesia.

Cimahi adalah komponen integral dan tidak terpisahkan dari Jawa Barat dan Indonesia, untuk itu, kami memperhatikan perlu untuk menetapkan bahwa pembangunan di Cimahi harus satu gerak langkah dengan perencanaan pembangunan jawa barat dan nasional karena itulah hakikat otonomi dalam kerangka NKRI. Atas dasar itulah, Kota Cimahi patut dapat memberikan peran, walau sekecil apa saja, dalam dinamika pembangunan Indonesia.

Dalam pembangunan SDM yang unggul diperlukan kondisi yang menyokong, diantaranya situasi yang aman dan kondusif di lingkungan sekitarnya, alhamdulillah kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Cimahi, aman dan kondusif.

Sarana dan prasarana pengembangan SDM juga terus diupayakan oleh pemerintah Kota Cimahi, keberadaan tecnopark juga menjadi sarana bagi pengembangan SDM di Kota Cimahi dengan dukungan pemerintah sentra. Alhamdulillah penemuan – inovasi sukses dijadikan antara lain dan memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat dan lembaga lainya.

Fasilitas kesehatan masyarakat juga Pemerintah Kota Cimahi tingkatkan, penyediaan ambulance di tiap-tiap kelurahan, puskesmas rawat inap, dan kesibukan-kegiatan posyandu dan pemberian vitamin untuk menjadikan kesehatan masyarakat dari umur balita juga Pemerintah Kota Cimahi selalu laksanakan.

Kemudahan berupaya melewati pelatihan kerja dan aplikasi bursa kerja bagi angkatan kerja juga Pemerintah Kota Cimahi upayakan, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sedang diupayakan.

Covid-19 terus mewabah di Indonesia, bukan hanya urusan pemerintah. Bukan juga garapan akademisi maupun kepentingan media semata. Dari aspek hukum dan kebijakan, itu memang domain pemerintah. Tetapi pada tataran implementasi dan aktualisasi, telah masuk domain masyarakat dengan beraneka karakternya.

Kita patut bersinergi dengan semua pihak, komunikasi publik juga dijalankan secara terus-menerus untuk menyajikan apa saja kebijakan-kebijakan yang dikerjakan oleh pemerintah termasuk perlindungan sosial, insentif perpajakan, dan dukungan kepada UMKM.

Seluruh informasi perlu disebarkan ke seluruh jaringan baik media sosial, media mainstream, maupun media konvensional cocok dengan koridor gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

Gugus tugas termasuk dalam akivitas komunikasi publik agar komunikasi publik antar elemen bangsa bisa terselenggara dengan baik dan dapat menunjang pemutusan mata rantai penyebaran covid-19.

Memasuki tahun baru yang tinggal menghitung hari, tantangan angkatan kerja di Indonesia kian tinggi. Hal ini dipicu adanya prediksi bonus demografi angkatan kerja muda hingga tahun 2045. “Kita mengamati persentase dari angkatan kerja kita, pemuda (16-30 tahun) ini amat tinggi hampir 25%,“ ujar Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan dalam Webinar KPCPEN dengan tema ‘Menyiapkan Aset SDM yang Siap Mensupport Kebangkitan Dunia Usaha di Era Pandemi’, Senin (30/11/2020).

Pertumbuhan lapangan kerja yang terus digenjot pemerintah juga menghadapi rintangan yang tidak mudah, terlebih di masa pandemi. Hal ini malahan menyebabkan bertambahnya angka pengangguran pada umur produktif. “Selama bulan Februari sampai dengan Agustus ini menambah pengangguran 2.4 juta lebih,” ungkap Anwar.

Anwar mengevaluasi bahwa bonus demografi bisa saja menjadi profit tapi juga sebaliknya, kalau kita tak siap dengan perubahan ke industri 4.0 yang banyak berpusat pada digitalisasi dan otomatisasi. “Bonus demografi pada dikala yang bersamaan ada yang namanya revolusi industri. Apabila ini dua-duanya tak kita kelola dengan baik, kita kuatir seiring berjalannya waktu bonus demografi selesai, revolusi industri 4.0 juga tak kita kelola dengan bagus,” terangnya.