Daftar Tarif Retribusi Pemakaman di Kota Cimahi Termasuk COVID-19

CIMAHI – Eksistensi pemakaman khusus Corona Virus Disease (Covid-19) turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Cimahi. Ada Biaya untuk makam khusus jenazah yang terkonfirmasi ataupun terindikasi Covid-19.

Tarifnya retribusinya sama seperti pemakaman lazim lainnya yang tertera dalam Hukum Walikota (Perwal) Cimahi Nomor 27 Tahun 2020 seputar Tarif Retribusi Jasa Awam.

“Makam pasien Covid juga termasuk dalam retribusi,” kata Kepala UPTD Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Wilayah Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Dondy Adriandy, Selasa (18/5).

Pemakaman khusus yang menerapkan protokol COVID-19 tersebar di beberapa Daerah Pemakaman Biasa (TPU). Seperti TPU Lebak Ketika, TPU Muslim Cipageran dan TPU non muslim.

“Sampai tanggal 18 Mei 2021 ada 207 makam yang pemakamannya secara protokol COVID-19,” jelas Dondy.

Secara keseluruhan, delapan TPU yang dikelola UPTD Pemakaman. Baik pemakaman muslim ataupun non-militer muslim. Seperti pemakaman non muslim, berada di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Kemudian pemakaman non muslim di Kerkhof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
Sementara untuk pemakaman muslim yang ditarik retribusiya merupakan TPU Muslim Cipageran, TPU Kihapit, TPU Sirnaraga, TPU Pojok, TPU Mbah Cikur Cibabat serta TPU Lebak Dikala.

Layak regulasi, ada empat variasi pelayanan yang ditarik retribusinya. Adalah pelayanan pemindahan mayat ke pemakaman lain Rp 50.000 per makam, perpanjangan ijin penerapan dan pemakaman tanah Rp 20.000 per meter persegi.

Kemudian pelayanan penyediaan tanah makam cadangan Rp 50.000 per tahun dan penyediaan daerah pemakaman dengan jangka waktu 3 tahun sebesar 25.000 per meter persegi.

“Seandainya tak warga mampu ada pelayanan khusus, tapi selama ini belum ada karena biaya masih murah,” ujar Dondy.

Artikel Lainnya :  Rumah Di Citeureup Cimahi Utara

Dikatakannya, retribusi pemakaman yang masuk nantinya disetorkan ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun lalu, retribusi yang didapatkan dari sektor pemakaman mencapai 120 persen dari target Rp 97 juta.

Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan RpRp 100 juta masuk kas PAD dari retribusi pemakaman. Sampai April 2021, realisasinya telah menempuh 57 persen. “Realisasinya hingga minggu ke April 2021 telah 57 persen. Kita optimis tercapai,” pungkas Dondy.