Breaking News

Bantuan CSR Covid 19 Cimahi

Bantuan CSR Imahi Covid 19CIMAHI KOTA.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memperoleh bantuan berupa masker, hazmat, dan daerah tidur (portable bed) dari dua perusahaan, ialah PT Chitose International TBK dan  PT Sukses Investa Anugrah Propertindo (SIAP). Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan terhadap rumah sakit untuk membantu penanganan Covid-19 di Kota Cimahi.

Bantuan tersebut diterima seketika oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana dari perwakilan kedua perusahaan di Auditorium Gedung A kompleks Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Senin (21/6/2021).

Bantuan berupa tempat tidur untuk pasien sebanyak 4 unit, 2 unit dari PT Chitose dan 2 unit dari PT SIAP. Ada juga bantuan masker sebanyak 25.000, dan hazmat 500 lembar.

“Bantuan hal yang demikian bermula dari kedua perusahaan ini melihat kondisi Kota Cimahi yang saat ini kasus Covid-19 sedang mengalami lonjakan. \”Sehingga terketuk hatinya. Kita tak minta, tapi keluar dari kemauan kedua perusahaan ini untuk membantu meringankan muatan Pemkot Cimahi,” ungkap Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana.

Dia merasa berterima kasih sebab ada perusahaan yang mau berkontribusi membantu Pemkot Cimahi dalam penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah berharap berkontribusi terhadap kita, yang penting lapang dada tanpa paksaan untuk kepentingan masyarakat Kota Cimahi, dan Pemkot Cimahi dalam menangani Covid-19. Ini diinginkan dari kedua perusahaan ini gampang-mudahan ada kontribusi lain dalam menyelesaikan masalah Covid-19 ini,” terangnya.

Diceritakan Ngatiyana, bantuan hal yang demikian nantinya akan disalurkan ke RSUD Cibabat untuk penanganan Covid-19..

“Ini kan disalurkan ke RSUD Cibabat, sebab kita menambah lagi tempat tidur. Ada ruangan kosong, nah kita pakai bantuan ini,” paparnya.

Sementara untuk bantuan masker medis, kata Ngatiyana, akan di gunakan untuk kekuatan medis dan kekuatan kesehatan yang ada di rumah sakit.

Artikel Lainnya :  Ngatiyana Mutasi 250 Pejabat Pemkot Cimahi

“Sebab kan petugas medis dan dokter-dokternya tiap-tiap 3 jam wajib bergantian terus sehingga non berhenti 1 kali 24 jam, tentunya sepatutnya ganti hazmat, patut ganti masker, dan lain-lain,” pungkasnya.