6.602 Orang Kasus COVID-19 di Kota Cimahi Warga Luar Dilarang Datang

6.602 Orang Kasus COVID-19 di Kota CimahiCimahi – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menyuarakan wilayah Bandung Raya yang mencakup Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung Siaga 1 Covid-19.

Salah satu kebijakannya yaitu melarang warga luar daerah termasuk Jakarta masuk ke Bandung Raya.

“Ini gampang-mudahan dilakukan masyarakat. Jangan mendapatkan tamu dari luar dahulu termasuk Jakarta,” tegasnya.

Perkembangan kasus harian virus korona di Kota Cimahi sendiri masih amat mengkhawatirkan. Pada Rabu (16/6/2021), jumlah sempurna kasunya mencapai 6.602 orang.

Rinciannya, ada 634 orang yang masih terkonfirmasi aktif, 146 orang meninggal dan 5.822 orang sembuh.

Warga Jakarta dilarang ke Bandung Raya. Termasuk, Warga Jakarta dilarang ke Cimahi karena kasus COVID-19 di Jawa Barat lagi menggila.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Bahkan keluarga Ngatiyana di Jakarta juga tidak boleh ke Cimahi.

Ngatiyana juga menolak kemauan saudaranya itu demi kepentingan bersama. Ngatiyana mau sikapnya dalam menolak tetamu dari luar tempat itu diterapkan oleh segala masyarakat.

“Sodara malahan gak boleh ke Cimahi. Saya pribadi berkeinginan ada tamu dari Jakarta, saya tolak jangan dulu,\” kata Ngatiyana, Kamis (17/6/2021).

Hal itu semata-mata untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Jumlah kasusnya melonjak hari ini, Kamis (17/6/2021) dimana telah ada 6.735 orang yang terpapar virus hal yang demikian. Di mana kasus aktifnya melonjak menjadi 751 orang. Angka kesembuhan ada 5.838 orang dan meninggal 146 orang.

Ngatiyana menyebutkan, dikala ini Kota Cimahi masih terdampar di area oranye dengan rasio 2,1. Seandainya tak dipegang, bukan tidak mungkin kota imut ini terjerumus ke dalam area merah penularan COVID-19.

“4 strip lagi jika gak waspada menjadi zona merah,” sebutnya.

sumber

https://jakarta.suara.com/read/2021/06/17/134222/warga-jakarta-dilarang-ke-bandung-raya-wali-kota-cimahi-keluarga-saya-juga-gak-boleh